<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>belajar bareng yuk...</title>
	<atom:link href="http://eduyuk.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://eduyuk.wordpress.com</link>
	<description>baca diskusi untuk aksi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Apr 2009 00:57:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='eduyuk.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>belajar bareng yuk...</title>
		<link>http://eduyuk.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://eduyuk.wordpress.com/osd.xml" title="belajar bareng yuk..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://eduyuk.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Melatih Kecerdasan Anak</title>
		<link>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/18/melatih-kecerdasan-anak/</link>
		<comments>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/18/melatih-kecerdasan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 00:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakedu</dc:creator>
				<category><![CDATA[edu aksi]]></category>
		<category><![CDATA[edu baca]]></category>
		<category><![CDATA[edu bicara]]></category>
		<category><![CDATA[edu psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eduyuk.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang di tulis oleh Ria Heraldi dalam situs Sekolah Rumah Dot Com, kecerdasan berbahasa mencakup empat elemen dasar : mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Bila pembaca, geguru, dan blogger Lombok Timur sudah baca beberapa posting saya sebelumnya dalam web blog guru ini, maka akan kita dapati bahwa Language Art atau Seni Berbahasa pada dasarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eduyuk.wordpress.com&amp;blog=6817626&amp;post=72&amp;subd=eduyuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang di tulis oleh Ria Heraldi dalam situs Sekolah Rumah Dot Com, kecerdasan berbahasa mencakup empat elemen dasar : mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Bila pembaca, geguru, dan blogger Lombok Timur sudah baca beberapa posting saya sebelumnya dalam web blog guru ini, <span id="more-72"></span> maka akan kita dapati bahwa Language Art atau Seni Berbahasa pada dasarnya mendorong dan menstimulasi anak untuk memakai bahasa sebagai alat untuk menyatakan pengalaman mereka, opini mereka dan perasaan mereka.</p>
<p>Beberapa aktifitas yang dapat peserta didik lakukan seperti mengurutkan cerita atau <em>story telling</em>. Sebelum melanjutkan pembahasan bisa membaca posting sebelumnya di <a href="http://eduyuk.wordpress.com/2009/03/12/mengembangkan-sastra-anak/#more-41">Mengembangkan Sastra Anak</a>. </p>
<p>Nah, lalu siapkan beberapa kartu yang berisi garis besar cerita tersebut. Kartu terebut bisa berisi gambar atau berisi kalimat. Sesudah cerita selesai dibacakan minta mereka mengurutkan kartu tersebut sesuai dengan jalan ceritanya.  </p>
<p>Kedua, menulis kreatif. Menulis kreatif di sini bukan berarti menulis sesuatu yang “tinggi” atau “pintar”. Tapi menuangkan dan mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka secara kreatif baik dalam pemilihan kata maupun dalam penyajian. Misalnya ketika menulis tentang kura-kura, si anak memilih menggambar kura-kura sebesar kertas A4, lalu menuliskan hasil observasinya tentang kura-kura secara setengah lingkaran mengikuti bentuk tempurung kura-kura tersebut.   </p>
<p>Ketiga, membaca gambar. Tunjukkan sebuah gambar seseorang atau beberapa orang yang sedang duduk, membaca, bermain, menyeberang jalan, atau apa saja. Minta anak menuliskan apa yang orang tersebut pikirkan dan mengapa. Beri kebebasan kepada mereka untuk menulis apa saja perasaaan dan pikiran mereka tentang orang dalam gambar tersebut.  </p>
<p>keempat, field trip. Ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk melatih kecerdasan berbahasa. Minta mereka untuk memakai seluruh panca indera mereka untuk menceritakan pengalaman mereka. Apa yang mereka lihat? Apa yang mereka dengar?  Apa yang mereka baui? Apa yang mereka sentuh? Bagaimana perasaan mereka ketika berada di sana? Minta mereka untuk menuangkan pengalaman dan perasaan mereka dalam melalui Creative Writing. Jangan lupa menulis “Thank You Note” untuk pendamping atau field trip guide-nya.</p>
<p>Terakhir, brainstorming. Ketika anak terlibat dalam sebuah brainstorming mereka belajar untuk menerima pendapat orang lain, untuk mengungkapkan ide dan opini mereka sendiri, dan membuat dirinya terlibat aktif didalamnya. Berikan pertanyaan-pertanyaan yang menstimulasi dan membuat mereka berpikir aktif.  Apa yang terjadi jika begini atau begitu? Apa perbedaan cara ini dan cara itu? Apa kata yang tepat untuk menggambarkan itu? Bagaimana perasaan dia ? Bagaimana kita merespon aksinya? Apa sinonim kata tersebut?</p>
<p>Nah itu bahasan dari tulisan sebelumnya di <a href="http://eduyuk.wordpress.com/2009/03/05/ciri-cara-belajar-anak-sd/#more-23">Ciri Cara Belajar Anak SD</a> yang seharusnya dipahami oleh trainer, fasilitator, geguru bahkan orang tua yang hendak memberi pengajaran dan pembelajaran yang komprehensif. Semoga bermanfaat ya…<!--more--></p>
<br />Posted in edu aksi, edu baca, edu bicara, edu psikologi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eduyuk.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eduyuk.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eduyuk.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eduyuk.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eduyuk.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eduyuk.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eduyuk.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eduyuk.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eduyuk.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eduyuk.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eduyuk.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eduyuk.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eduyuk.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eduyuk.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eduyuk.wordpress.com&amp;blog=6817626&amp;post=72&amp;subd=eduyuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/18/melatih-kecerdasan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5275ff17cc01fbc78ce0750689644c6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakedu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbahasa Dan Berkata-kata</title>
		<link>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/13/berbahasa-dan-berkata-kata/</link>
		<comments>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/13/berbahasa-dan-berkata-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 09:31:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakedu</dc:creator>
				<category><![CDATA[edu aksi]]></category>
		<category><![CDATA[edu baca]]></category>
		<category><![CDATA[edu psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[edu sosio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eduyuk.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Keberhasilan belajar bahasa asing anak sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya, pendapat itu telah menenggelamkan anggapan bahwa semakin muda usia semakin mudah anak belajar bahasa. Benarkah? Tulisan ini saya posting, karena di sekolah tempat saya mengajar di sebuah SD Negeri di daerah yang, menurut saya, daerah pinggir ada pelajaran bahasa inggris yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eduyuk.wordpress.com&amp;blog=6817626&amp;post=69&amp;subd=eduyuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keberhasilan belajar bahasa asing anak sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya, pendapat itu telah menenggelamkan anggapan bahwa semakin muda usia semakin mudah anak belajar bahasa. Benarkah?<span id="more-69"></span></p>
<p>Tulisan ini saya posting, karena di sekolah tempat saya mengajar di sebuah SD Negeri di daerah yang, menurut saya, daerah pinggir ada pelajaran bahasa inggris yang diajarkan gurunya. Itu pula yang dikomentari wartawan Intisari A. Hery Suyono, “Belakangan ini aneka kursus bahasa asing, terutama Inggris, kian semarak. Tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lembaga persekolahan pun tak mau ketinggalan zaman.” </p>
<p>Pengajaran bahasa Inggris yang semula hanya dikenal di tingkat SMTP, kini diberikan kepada siswa SD, bahkan murid Sekolah Taman Kanak-Kanak. Fenomena seperti itu antara lain terpacu oleh obsesi orang tua yang menghendaki anaknya cepat bisa berbahasa<br />
asing. Mereka berpandangan, semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah ia menguasai bahasa itu.</p>
<p>Masa emas belajar bahasa menurut beberapa pakar bahasa mendukung pandangan &#8220;semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah anak menguasai bahasa itu&#8221;. Misalnya, McLaughlin dan Genesee menyatakan bahwa anak-anak lebih cepat memperoleh bahasa tanpa banyak kesukaran dibandingkan dengan orang dewasa. Demikian pula Eric H. Lennenberg, ahli neurologi, berpendapat bahwa sebelum masa pubertas, daya piker (otak) anak lebih lentur. </p>
<p>Itu sebabnya ia lebih mudah belajar bahasa. Sedangkan sesudahnya akan makin berkurang dan pencapaiannya pun tidak maksimal. Dr. Bambang Kaswanti Purwo, ketua Program Studi Linguistik Terapan Bahasa Inggris, Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, dalam tulisannya Pangajaran Bahasa Inggris di SD dan SMTP, bahwa usia 6 &#8211; 12 tahun, merupakan masa emas atau paling ideal untuk belajar bahasa selain bahasa ibu (bahasa pertama). Alasannya, otak anak masih plastis dan lentur, sehingga proses penyerapan bahasa lebih mulus.</p>
<p>Lagi pula daya penyerapan bahasa pada anak berfungsi secara otomatis. Cukup dengan peremajaan diri (self-exposure) pada bahasa tertentu, misalnya ia tinggal di suatu lingkungan yang berbahasa lain dari bahasa ibunya, dengan mudah anak akan dapat menguasai bahasa itu. Masa emas itu sudah tidak dimiliki oleh orang dewasa.</p>
<p>Namun, bukan berarti orang dewasa tidak mampu menguasai bahasa kedua (bahasa asing). Lenneberg mengemukakan, orang dewasa dengan inteligensia rata-rata pun mampu mempelajari bahasa kedua selewat usia 20 tahun. Bahkan ada yang mampu belajar berkomunikasi bahasa asing pada usia 40 tahun. </p>
<p>Kenyataan itu tidaklah bertentangan dengan hipotesis mengenai batasan usia untuk penguasaan bahasa karena penataan bahasa pada otak sudah terbentuk pada masa kanak-kanak. Hanya saja lewat masa pubertas terjadi &#8220;hambatan pembelajaran bahasa&#8221; (language learning blocks). &#8220;Jadi, maklum bila belajar bahasa selewat masa pubertas, justru lebih repot daripada ketika usia lima belas atau lima tahun,&#8221; ujar Bambang.</p>
<p>Pada penguasaan bahasa pertama dikenal istilah &#8220;masa kritis&#8221; (critical period). Pada penguasaan bahasa kedua (bahasa asing) terdapat istilah &#8220;masa peka&#8221; (sensitive period). Berdasarkan penelitian Patkowski, masa peka penguasaan sintaksis bahasa asing adalah masa sampai usia 15 tahun. Anak yang dihadapkan pada bahasa asing sebelum usia 15 tahun mampu menguasai sintaksis bahasa asing seperti penutur asli. Sebaliknya, pada<br />
orang dewasa hampir tak mungkin aksen bahasa asing dapat dikuasai. </p>
<p>Yang jelas, bukan jaminan, bila sejak masuk SD bahkan TK, anak sudah &#8220;dituntut&#8221; menguasai lebih dari satu bahasa; bahasa daerah dan Indonesia. Keduanya dipakai sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar-mengajar. Betapa beratnya beban mereka, bila kemudian masih ditambah lagi belajar bahasa Inggris. Empat bahasa harus mereka kuasai dalam satu periode, misalnya. Kenyataan itu bukannya menambah cepat anak menguasai bahasa asing. </p>
<p>Di samping akan menimbulkan beban psikologis, tak tertutup kemungkinan laju perkembangan bahasa daerah dan nasional anak pun malahan terhambat, atau justru merusak sistem-sistem bahasa yang terlebih dahulu dia kuasai. Hal seperti itu tidak jauh berbeda dengan anak yang sedang belajar bola tangan. Sebelum ia mahir bermain bola tangan, lalu ditimpa lagi dengan permainan bola basket dan sepak bola. Pelatih tidak perlu heran apabila kemudian si anak memasukkan bola dengan tangan ketika bertanding sepak bola, atau menyundul dan menendang bola ketika anak bermain bola basket.</p>
<p>Jeperson jauh-jauh sebelumnya memperingatkan bahwa anak yang mempelajari dua bahasa tidak akan dapat menguasai kedua bahasa itu dengan sama baiknya. Juga tak akan sebaik mempelajari satu bahasa. Kerja otak untuk menguasai dua bahasa akan penghambat anak untuk mempelajari hal lain yang harus dia kuasai. Perkembangan bahasa anak terganggu, baik dalam penggunaan kosa kata, struktur tata bahasa, bentuk kata, dan beberapa penyimpangan bahasa lainnya.<!--more--></p>
<br />Posted in edu aksi, edu baca, edu psikologi, edu sosio  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eduyuk.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eduyuk.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eduyuk.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eduyuk.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eduyuk.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eduyuk.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eduyuk.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eduyuk.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eduyuk.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eduyuk.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eduyuk.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eduyuk.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eduyuk.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eduyuk.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eduyuk.wordpress.com&amp;blog=6817626&amp;post=69&amp;subd=eduyuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/13/berbahasa-dan-berkata-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5275ff17cc01fbc78ce0750689644c6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakedu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyelamatkan Bahasa Ibu</title>
		<link>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/10/menyelamatkan-bahasa-ibu/</link>
		<comments>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/10/menyelamatkan-bahasa-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 00:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakedu</dc:creator>
				<category><![CDATA[edu aksi]]></category>
		<category><![CDATA[edu baca]]></category>
		<category><![CDATA[edu bicara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eduyuk.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Bahasa ibu, atau buat saya yang tinggal di Kelayu. Bahasa ibu ya bahasa Sasak, bahasa yang digunakan Suku Sasak. Itu juga yang telah saya jelaskan dalam Bahasa Sasak Menjadi Linguafranca. Bagaimana upaya penyelamatan bahasa ibu yang semakin sunyi menghilang? Sebagai epilog, tahun 2000, PBB menetapkan tanggal 21 Februari sebagai International Mother Language Day atau Hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eduyuk.wordpress.com&amp;blog=6817626&amp;post=63&amp;subd=eduyuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bahasa ibu, atau buat saya yang tinggal di Kelayu. Bahasa ibu ya bahasa Sasak, bahasa yang digunakan Suku Sasak. Itu juga yang telah saya jelaskan dalam <a href="http://eduyuk.wordpress.com/2009/03/04/bahasa-sasak-menjadi-linguafranca/#more-20">Bahasa Sasak Menjadi Linguafranca</a>. Bagaimana upaya penyelamatan bahasa ibu yang semakin sunyi menghilang?<span id="more-63"></span></p>
<p>Sebagai epilog, tahun 2000, PBB menetapkan tanggal 21 Februari sebagai International Mother Language Day atau Hari Bahasa Ibu Internasional. Itu dimaksudkan untuk mempromosikan penghargaan dan penggunaan bahasa-bahasa ibu, terutama yang tergolong bahasa-bahasa minoritas, dalam hal ini Bahasa Sasak, misalnya.</p>
<p>Menurut data resmi UNESCO, hampir separuh dari 6.700-an bahasa di dunia terancam kepunahan (endangered languages). Disebutkan, 96 persen dari 6.700-an bahasa itu dituturkan hanya oleh empat persen populasi dunia. Jika penghuni bumi—menurut GeoHive dalam www.xist.org—per 16 Februari 2008 berjumlah 6.650.774.942 orang, berarti 6.432 bahasa dituturkan 266.030.998 orang, sedangkan 268 bahasa digunakan 6.384.743.944 orang. </p>
<p>Sebuah ketimpangan besar yang sulit terbantah. Statistik itu juga menunjukkan telah terjadi dominasi bahasa dengan berbagai latar belakang dan motif. Dalam istilah Bjeljac-Babic (2000), saat ini arah menuju penghomogenan bahasa kian terasa.</p>
<p>Penyelamatan bahasa-bahasa (saving languages) merupakan cara pandang baru terhadap fenomena kepunahan bahasa (language death) secara lebih optimistis. Grenoble dan Whaley (2003) menawarkan istilah revitalisasi bahasa (language revitalization).</p>
<p>Dalam sudut pandang psikolinguistik, usaha UNESCO dapat diterima. Timothy B Jay (The Psychology of Language, 2003) menyatakan, bahasa ibu merupakan sarana ekspresi paling otentik, maka berpotensi membangkitkan kemampuan ekspresi anak-anak.</p>
<p>Selain itu perlu ada usaha untuk mendorong bahasa-bahasa sebagai pusat pendidikan interkultural. Skenario ini dapat dijalankan keluarga atau komunitas basis, misalnya secara terprogram menciptakan ”kelas-kelas bahasa ibu” untuk anak-anak dan kaum muda.</p>
<p>Kenapa harus diselamatkan, ya karena penyelamatan bahasa-bahasa lokal memiliki arti penting dalam strategi kebudayaan manusia. Eksistensi bahasa-bahasa lokal dapat menjaga harmoni global-lokal secara simbolik.</p>
<p>Alhasil kita, umat manusia patut mensyukuri bahasa-bahasa beserta kemampuan berbahasa yang  kita miliki. Sebab, bahasa dan kemampuan berbahasa merupakan anugerah Ilahi yang membuat hakikat manusia menjadi utuh. Secara evolutif, kemampuan berbahasalah yang membedakan manusia dari ciptaan-ciptaan lain.<!--more--></p>
<br />Posted in edu aksi, edu baca, edu bicara  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eduyuk.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eduyuk.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eduyuk.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eduyuk.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eduyuk.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eduyuk.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eduyuk.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eduyuk.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eduyuk.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eduyuk.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eduyuk.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eduyuk.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eduyuk.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eduyuk.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eduyuk.wordpress.com&amp;blog=6817626&amp;post=63&amp;subd=eduyuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/10/menyelamatkan-bahasa-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5275ff17cc01fbc78ce0750689644c6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakedu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Motivasi Belajar Untuk Siswa</title>
		<link>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/04/motivasi-belajar-untuk-siswa/</link>
		<comments>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/04/motivasi-belajar-untuk-siswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 02:03:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakedu</dc:creator>
				<category><![CDATA[edu aksi]]></category>
		<category><![CDATA[edu baca]]></category>
		<category><![CDATA[edu psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eduyuk.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Benar saja simpulan buku L’etat du Monde Annuaire, Annuaire Economique Geopolitique Mondial, yang diedit Didiot Beatrice (2001), bahwa menjelang tahun 2000 posisi tingkat Sumber Daya Manusia Indonesia menempati peringkat 102, negara Vietnam yang merdeka lebih akhir dibanding Indonesia satu digit lebih baik dari Indonesia, yaitu 101. Sedangkan, dalam buku The State of The World Atlas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eduyuk.wordpress.com&amp;blog=6817626&amp;post=65&amp;subd=eduyuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Benar saja simpulan buku L’etat du Monde Annuaire, Annuaire Economique Geopolitique Mondial, yang diedit Didiot Beatrice (2001), bahwa menjelang tahun 2000 posisi tingkat Sumber Daya Manusia Indonesia menempati peringkat 102, negara Vietnam yang merdeka lebih akhir dibanding Indonesia satu digit lebih baik dari Indonesia, yaitu 101.<span id="more-65"></span></p>
<p>Sedangkan, dalam buku The State of The World Atlas, ditulis oleh Dan Smith (1999) memaparkan bahwa posisi SDM Indonesia menempati peringkat 88 di dunia dan Negara Turkmenistan yang baru merdeka tahun 1991, lepas dari Uni Soviet, posisi SDM nya juga lebih baik satu digit dibandingkan Indonesia, yaitu posisi 87.</p>
<p>Lalu, pemerintah dan juga kita harus malu dengan laporan peringkat SDM tersebut. Malu karena peringkat kualitasnya sangat mengecewakan. Namun kita harus optimis dan bertanggungjawab untuk peningkatannya. Maka dalam rentang waktu sejak seputar tahun 2000 atau setelah keluarnya laporan tingkat SDM negara-negara se dunia sampai sekarang sudah ada beberapa kebijakan pemerintah terbit untuk meningkatkan mutu SDM.</p>
<p>Maka sebagai imlementasinya dan kebijakan untuk meningkatkan mutu, dibentuklah berbagai program peningkatan mutu guru, peningkatan mutu sekolah, peningkatan mutu bahan ajar, dan lain-lain. Namun kualitas SDM untuk dunia pendidikan tersangkut pada kualitas murid-murid/ para pelajar.</p>
<p>Selanjutnya bahwa kualitas murid, juga pelajar tidak hanya ditentukan oleh eksistensi sekolah, karena mereka lebih dari separoh waktu kehidupan mereka di habiskan di rumah bersama orang tua. Ini berarti bahwa kualitas SDM mereka juga ditentukan oleh eksistensi rumah, yaitu bagaimana campur tangan dan perhatian orang tua dalam mendidik dan membangkitkan motivasi belajar mereka. </p>
<p>Dapat dikatakan bahwa kualitas SDM mereka menjadi naik atau turun sangat ditentukan oleh kualitas motivasi belajar mereka terutama di rumah. Pada umumnya semua sekolah favorite, apakah namanya Sekolah Unggul, Sekolah Akselerasi, Sekolas Plus, Sekolah Percontohan, dan lain-lain, menjadi sekolah berkualitas karena di sana berkumpul anak-anak yang berkualitas, yaitu anak-anak yang memiliki motivasi belajar yang tinggi. </p>
<p>Mereka menjadi berkualitas bukan karena sekolah tersebut, tetapi karena faktor rumah- mereka berasal dari rumah dengan orang tua, kondisi dan lingkungan yang selalu mendukung dan memotivasi mereka, sehingga bisa memiliki motivasi belajar yang tinggi.</p>
<p>Sementara itu sekolah-sekolah yang tidak berlabel favorit- tidak memiliki kualitas unggul- dan mungkin kualitasnya amburadul, terjadi karena di sana berkumpul siswa-siswa yang sama-sama miskin dengan motivasi belajar. </p>
<p>Nah, untuk itu, untuk mengubah simpulan L’etat du Monde Annuaire, Annuaire Economique Geopolitique Mondial perlu upaya motivasi dasar oleh orang tua dari rumah. Bukankah seperti itu rekan-rekan guru Lombok Timur?<!--more--></p>
<br />Posted in edu aksi, edu baca, edu psikologi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eduyuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eduyuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eduyuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eduyuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eduyuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eduyuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eduyuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eduyuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eduyuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eduyuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eduyuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eduyuk.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eduyuk.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eduyuk.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eduyuk.wordpress.com&amp;blog=6817626&amp;post=65&amp;subd=eduyuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eduyuk.wordpress.com/2009/04/04/motivasi-belajar-untuk-siswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5275ff17cc01fbc78ce0750689644c6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakedu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ceroboh Menerjemah</title>
		<link>http://eduyuk.wordpress.com/2009/03/27/ceroboh-menerjemah/</link>
		<comments>http://eduyuk.wordpress.com/2009/03/27/ceroboh-menerjemah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 07:14:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakedu</dc:creator>
				<category><![CDATA[edu aksi]]></category>
		<category><![CDATA[edu baca]]></category>
		<category><![CDATA[edu kata-kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://eduyuk.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[“Aduh, kata ini kok nggak ada padanannya di bahasa gue?” itu merupakan salah satu ungkapan yang muncul dalam fenomena penerjemahan antar-bahasa. Seperti diketahui di posting Antara Bahasa Asing dan Bahasa Indonesia, posting sebelumnya, bahasa adalah unsur sebuah kebudayaan. Sebuah sarana komunikasi antar-anggota kebudayaan. Sebuah sarana dalam merekam dan menyampaikan gagasan. Dan dalam penerjemahan ada proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eduyuk.wordpress.com&amp;blog=6817626&amp;post=49&amp;subd=eduyuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Aduh, kata ini kok nggak ada padanannya di bahasa gue?” itu merupakan salah satu ungkapan yang muncul dalam fenomena penerjemahan antar-bahasa. Seperti diketahui di posting <a href="http://eduyuk.wordpress.com/2009/03/21/antara-bahasa-asing-dan-bahasa-indonesia/#more-44">Antara Bahasa Asing dan Bahasa Indonesia</a>, posting sebelumnya, bahasa adalah unsur sebuah kebudayaan. Sebuah sarana komunikasi antar-anggota kebudayaan. Sebuah sarana dalam merekam dan menyampaikan gagasan. <span id="more-49"></span></p>
<p>Dan dalam penerjemahan ada proses yang teliti melihat apakah memang sebuah kata asing memiliki konotasinya pada bahasa lain. Namun, permasalahan yang muncul adalah ketika penerjemahan menjadi sesuatu yang ceroboh atau gegabah. Fenomena ini salah satu penyebabnya adalah inferioritas sebuah bahasa terhadap bahasa lain. Pada akhirnya, banyak anggota sebuah kebudayaan menjadi lebih suka menggunakan bahasa yang sedang superior untuk berbicara. </p>
<p>Kondisi ini lebih lanjut akan membuat adanya penyamaan-penyamaan yang ceroboh. Salah satu contohnya adalah penerjemahan “science“ menjadi “ilmu”. Penerjemahan ini pada dasarnya tidak tepat, karena “ilmu” lebih luas dari “science”. “ilmu” lebih dekat dengan “knowledge”, dibandingkan dengan “science”.</p>
<p>Namun, meskipun ada kedekatan antara sebuah kata dengan kata dalam bahasa asing, harus pula dipahami bahwa sebuah bahasa dalam sebuah kebudayaan, pada dasarnya memiliki “kosmologi” sendiri. Sebuah bahasa adalah terdiri atas kata-kata yang terjalin erat satu sama lain dan merupakan penanda terhadap pandangan-dunia sebuah kebudayaan. </p>
<p>Bahasa dalam sebuah kebudayaan, membuat orang memiliki ketajaman penglihatan yang berbeda-beda. Oleh karena, ia mampu mengenali berbagai benda yang telah diberi nama dengan ketelitian yang mengagumkan. </p>
<p>Misalnya dalam bahasa Arab, terdapat berbagai macam nama untuk singa. Terdapat nama yang berbeda untuk singa mulai dari kecil hingga besar, dengan perubahan kata sebanyak 1000 buah. Seperti contoh yang sudah disebutkan, “knowledge” meskipun dekat dengan “ilmu” tidak berarti sama, dan penerjemahannya pun akan cukup beresiko bagi bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. </p>
<p>Pertama, “knowledge” dapat kemudian menjadi bermakna ketuhanan atau sebaliknya, “ilmu” menjadi tidak bermakna ketuhanan.</p>
<p>Reduksi yang terjadi di dalam penerjemahan ini sudah terjadi antara bahasa Inggris-Amerika dengan bahasa-bahasa lain – yang dekat dengan kita adalah bahasa Indonesia. Telah banyak terjadi reduksi dan pendangkalan kata. </p>
<p>Karena bahasa mengandung pandangan-dunia sebuah kebudayaan, maka sudah sepatutnya terdapat kehati-hatian dan ketelitian dalam proses penerjemahan. Ketika sebuah kata dalam kebudayaan Barat masuk tanpa melalui proses yang teliti, itu akan merusak pandangan-dunia kebudayaan yang dimasukinya.</p>
<p>Sikap yang bijak adalah ketika terdapat sebuah kata yang memang berbeda dari segi pandangan-dunia – bukan hanya isi kata (konotasi) – diadapsikan kata itu sesuai dengan asal bahasanya. Seperti “liberal” menjadi “liberal”; “philosophy” menjadi “filsafat” dan lain-lain. </p>
<p>Mengingat itu adalah sebuah cara untuk menjaga agar sebuah pandangan-dunia tidak dirancukan atau di”racun”kan dengan pandangan-dunia lain. Maka, sudah sepatutnya kita berhati-hati, jangan sampai karena ketidaktelitian dalam menyampaikan atau menerjemahkan sesuatu, malah menyebabkan kita menimpakan bencana pada bahasa dan kebudayaan bangsa sendiri.<!--more--></p>
<br />Posted in edu aksi, edu baca, edu kata-kata  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/eduyuk.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/eduyuk.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/eduyuk.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/eduyuk.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/eduyuk.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/eduyuk.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/eduyuk.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/eduyuk.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/eduyuk.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/eduyuk.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/eduyuk.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/eduyuk.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/eduyuk.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/eduyuk.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=eduyuk.wordpress.com&amp;blog=6817626&amp;post=49&amp;subd=eduyuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://eduyuk.wordpress.com/2009/03/27/ceroboh-menerjemah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5275ff17cc01fbc78ce0750689644c6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakedu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
